Jagoan .. !
Jum’at sore, 29 Rabi’ul Awwal 1427, saya dapet email dari teman di milis :
2006/4/28, Evy <evy_r@12345.co.id>:
wa’alaikumsalam warohamtullahi wabarokaatuh,mudah2an mas Fatchur sekeluarga diberi kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini, salam untuk nyonya di rumah dan sun sayang utk jagoan kecilnya, oh ya namanya si kecil siapa ya Mas?
Jawaban saya :
Amin. Terimakasih Mbak Evi, nanti saya sampaikan ke Ummi. Sekalian di kenalin deh, yang pertama Rahma AnNisaa (6th), jagoanku Muhammad Luthfi ArRasyid (4th) and yang suka ngompolin abi-nya Sarah Aulia (3bln).
Hmm.. sun sayang buat si jagoan nanti saya wakilkan. Trims ya.
Cerita sedikit masalah jagoan gapapa khan…
Sapa tahu ada gunanya.
Setiap hari waktu saya untuk anak-anak cuma dari habis Isya sampai jam 9 malam dan habis shubuh sampai jam 7 pagi. Untuk yang habis isya kami habiskan untuk bermain dan cerita. Sedangkan yang habis shubuh kami gunakan untuk belajar.
Suatu hari, saya dapat laporan dari ummi kalau kaka’ lufi (panggilan Luthfi) memukul kaka icha (panggilan untuk Nisaa).
Saya cari waktu dimana dia sedang tidak sibuk main. Pas waktunya tiba, hanya kami berdua, setelah ngobrol ngalor-ngidul, kemudian saya tanya,
"Abi dengar kaka lufi pernah mukul kaka icha ya?"
Dia menjawab dengan anggukan dan tidak lagi menatap mata saya. Lalu saya katakan,
"Kaka lufi jangan begitu, kaka icha khan permpuan, jangan dipukul",
Sambil memegang tangan kanannya saya katakan,
"Tangan ini cuma boleh memukul orang jahat, orang yang menggangu, orang yang nakal".
Sejak itu ga saya dengar lagi Luthfi memukul kakaknya, tapi suatu sore kembali saya mendapat laporan dari ummi, dia bilang Luthfi memukul anak tetangga sampai tidak bisa nafas!
Kemudian saat kami bisa bicara berdua, saya tanya kenapa kaka Luthfi memukul imam (temannya yang berumur 9th)?
Kali ini dia menjawab dan berani menatap mata saya, dia mengatakan,
"Kaka lufi lagi main sama temen-temen, trus Mas Imam dateng gangguin.. udah dikasih tau jangan gangguin, eh tetep gangguin, trus kaka lufi pukul dadanya, eh dia nangis…"
Setelah diam beberapa saat dia bilang lagi,
"Kata abi boleh memukul orang yang suka mengganggu, yang nakal, iya khan?".
Lalu saya menasihatinya, kalau kamu memukul orang, jangan di dada, tapi di sini, sini dan sini, sambil menunjuk ke kaki, tangan dan pantat. Daerah yang menurut saya tidak berbahaya.
Sejak itu saya panggil dia jagoan, teman-temannya ga ada yang berani usil. Suatu ketika saya harus dinas keluar kota, saya bilang kepadanya sebelum berangkat.
"Kamu satu-satunya laki-laki di rumah, jaga rumahmu, ummi-mu, kaka icha dan nenek (khadimat kami), waktu itu sarah belum lahir.
Saya lihat dari wajahnya seperti bangga menerima kepercayaan menjaga rumah dan keluarga. Saya senang sekali. Jagoanku.
Pelajaran dari pengalaman, saya percaya lingkungan yang kurang baik bisa di atasi dengan pengaruh dari keluarga. Tergantung kedekatan antar anggota keluarga. Berilah contoh yang baik untuk keluarga, merka pasti mengikuti.
Yuk kita perbaiki keluarga kita.
Semoga bermanfaat.
Artikel Terkait :
Comments »
The URI to TrackBack this entry is: http://baiturrahmah.blogsome.com/2006/04/28/jagoan/trackback/
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>










