up home page --> Add to Technorati favourites bottom

Kita, Suap, Aparat!

–baiturrahmah– Kalau lihat judul pasti dah pada mlotot semua. Ga koq bukannya mau nyuap aparat. Cuma mau introspeksi diri, ternyata banyak hal-hal yang kita ga sadari dilingkungan kita banyak unsur suapnya.

Hggggghh pusing deh denger en baca berita, ada yang polisi di suap,  ada yang hakim di suap, malah ada jaksa yang di suap, aneh. Gimana ga aneh, para aparat yang terhormat itu pasti khan orang-orang pinter semua yak, tapi koq sama yang namanya suap kagak ngarti hukumnya.

Mas, Mbak pasti dah pada ngerti cuma mo bikin KTP yang nyata-nyata biayanya ga sampe 10ribu bisa bengkak jadi 100rb. Blom SIM, sertifikat tanah, banyak lah. Itu semua cuma untuk urusan lancar dan ga blibet. Jadi mikir.. apa semua yang diurus sama aparat belibet ya?

Masih mending kalo uang lancar atawa uang rokok atawa uang biar cepetnya berkaitan sama hak yang harus diterima oleh orang yang bayar suap. Kemarin sore [31/5] saya malah dapet cerita  orang yang dipenjara aja harus bayar? Aneh.. kedua.. 

Waktu saya nganter anak-anak ikut lomba mewarnai di Mesjid UI, istri saya kedatangan tamu. Mantan tetangga. Dia cerita soal anaknya yang masuk penjara gara-gara narkoba. Nah, karena batas waktu penahanan di polsek sudah habis, maka anaknya harus dilimpahkan ke penjara kejaksaan. Sebelum dilimpahkan aparat kepolisian bilang kalau di penjara kejaksaan itu satu sel itu isinya sekian-sekian dengan kondisi demikian sehingga membuat si ibu takut.

Nah pas si ibu lagi takut-takutnya aparat itu nawarin, ibu anaknya masih bisa diperpanjang ditahan disini tapi harus bayar xx puluhjuta. Gubrag.. yang konyol aparat itu cerita juga, dia penjara kejaksaan kalo mau dapat sel yang agak nyaman tiap bulannya harus bayar 500ribu, kalo yang lebih bagus lagi ya.. lebih gede laah.. tanya sendiri. 

Berkaitan dengan itu, si ibu mau pinjam uang untuk bayar aparat itu biar bisa ditahan di polsek aja. Lah.. si Ummi kebakaran jenggot. Antara ga suka suap dan kasian sama si ibu, bingung deh. Tapi akhirnya dengan halus Ummi menolak untuk membantu.

Hmmm.. kebayang sudah jatuh ketimpa tangga, trus digigit anjing, eh anjingnya rabies, pas periksa ke dokter dikasih tahu kalau umurnya ga lama lagi. Kasian..

Kalau dipikir-pikir ada ya orang kayak gitu. Tega. 

Kalau dipikir-pikir bener juga kata seorang member di myQuran yang nyeletuk, "Rata-rata  kantor di Indonesia ga dimasukin malaikat", gara-gara ada patung garuda-nya. Jadi pada korupsi  karena ga ada malaikat yang nganterin hidayah. Tanyaken.. Napa?

 

Artikel Terkait :

 



6 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://baiturrahmah.blogsome.com/2006/05/23/kita-suap-aparat/trackback/

  1. Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

    Wah.. Mas Fatchur, jadi inget kejadian beberapa taun yang lalu nih..
    Tetangga saya, anaknya di sel, lantaran tawuran [ versinya sih ngancurin wartel yang dimilikin ama orkris ].
    2 hari setelah tuh anak di tahanan polsek, sang ibu ‘ngider’ minta sumbangan ke tetangga2.
    Sumbangan duit pastinya,..
    Saya cuma mikir, mungkin buat ongkos ngejengukin anaknya.. eh ternyata.. buat ‘ kasih ke bapaq2 polisi’ biar anaknya gak di ‘gebokin ‘
    Gak Suudzon sih,. tapi apa iya, bapaq2 itu baru mau brenti ‘ngegebokin’ kalo udah di ’suapin ‘uang [ yang dapetnya dari keliling kampung dengan ngerendahin harga diri ortunya tuh anak] ?
    Apa mereka gak punya hati ?
    Lepas dari salah benernya ‘ tersangka / tahanan / apapun bahasa hukumnya ‘, kok kudunya gak perlu dilakukan tindakan2 ber’ luberan ‘, sampe adanya keputusan hukum.
    Waduh.. sorry dorry de morry .. Ini menurut saya yang awam babarblas soal hukum.

    Suap … [ Siap2.. Untuk Akhirat Paq…!!!]

    Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

    Comment by Komariah/CIC — 23 May 2006 @ 12:00 pm

  2. Ass.
    Ikut nimbrung nih,kalau aku mandangnya yang sakit itu adalah sistem hukum Kita ini,mana sudah uzur peninggalan kopeni lagi,
    Soal aparat yang tidak punya hati itu bukan rahasia umum lagi,yang jadi pertanyaan besar buat aku adalah kasihan anak istrinya dikasih makan dari uang yang bukan miliknya Dan bergelimang dengan air Mata Dan darah orang banyak…..
    Wasalam

    Comment by Dave Gmail — 24 May 2006 @ 2:13 am

  3. kalo inget kata “Gebok” inget dulu waktu kecil main kasti.. istilahnya
    bukan main kasti tapi main “bola gebok” hehehe
    BTW, soal suap di indonesia ini dah kayak budaya, sulit dihilangkan,..
    kalo orang2 birokratnya ngaji semua insya Allah budayanya bisa berubah :)

    Comment by surya adi muharam — 24 May 2006 @ 2:14 am

  4. Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh,

    Berbagi sedikit cerita saja, karena belum lama ini saya menikah, otomatis sebagai warga yang baik saya mengganti KTP saya dengan status Menikah/Kawin, walaupun KTP yang lama masih berguna sampai 2008, lalu saya pun mengurus keperluan tersebut ke kelurahan setempat sekalian bikin KK baru tapi dengan tak punya dosa si pengurus bilang, semuanya 50rb! hahhh, mungkin tidak seperti yang Mas Fatchur bilang di jakarta malah lebih senewen biaya sampe ratusan ribu, tapi tetep saja saya kesel, bahkan sempet saya bilang juga sih kekelurahan kalo sebenarnya untuk KTP itu hanya bayar 1000 rupiah, tapi mereka tetep ngotot, dan dengan entengnya mereka bilang, ‘anda kan karyawan jadi uang segitu gak masalah lah’ gila yach… membeda bedakan orang dengan statusnya, padahal saya tanyakan langsung ke orang yang ga kerja pun mereka bilang kalo bikin KK mereka minta 40rb! akhirnya tetep saya bayar segitu dengan perasaan kecewa, hmmm Korupsi terusss, pusing mikirinnya.

    Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh

    Comment by herlin adnan asy syaraya — 24 May 2006 @ 2:36 am

  5. Mbak maaf yach kita nggak syuudhon ya itu sudah terpatri selama 32 thn jaman Pak de Harto dan itu semua sudah bukan barang baru, sudah mendarah daging dan umumnya Orang Islam Indonesia maaf saya sendiri dulu mengalami sebelum saya mengaji dengan jama’ah Saya sekarang Alhamdulillah ada perubahaan

    Syukron

    Comment by Prapto — 24 May 2006 @ 4:22 am

  6. Tulisan Iseng,

    Suatu hari Tuhan tersenyum puas melihat sebuah planet yang baru saja
    diciptakan-Nya.
    Malaikat pun bertanya, “Apa yang baru saja Engkau ciptakan, Tuhan?”

    “Lihatlah, Aku baru saja menciptakan sebuah planet biru yang bernama Bumi,”
    kata Tuhan sambil menambahkan beberapa awan di atas daerah hutan hujan
    Amazon.

    Tuhan melanjutkan, “Ini akan menjadi planet yang luar biasa dari yang pernah
    Aku ciptakan. Di planet baru ini, segalanya akan terjadi secara seimbang”.

    Lalu Tuhan menjelaskan kepada malaikat tentang Benua Eropa.

    Di Eropa sebelah utara, Tuhan menciptakan tanah yang penuh peluang dan
    menyenangkan seperti Inggris, Skotlandia dan Perancis.
    Tetapi di daerah itu, Tuhan juga menciptakan hawa dingin yang menusuk
    tulang.

    Di Eropa bagian selatan, Tuhan menciptakan masyarakat yang agak miskin,
    seperti Spanyol dan Partugal, tetapi banyak sinar m atahari dan hangat serta
    pemandangan eksotis di Selat Gibraltar.

    Lalu malaikat menunjuk sebuah kepulauan sambil berseru, “Lalu daerah apakah
    itu Tuhan?”

    “O, itu,” kata Tuhan, “itu Indonesia. Negara yang sangat kaya dan sangat
    cantik di planet bumi. Ada jutaan flora dan fauna yang telah Aku
    ciptakan di sana. Ada jutaan ikan segar di laut yang siap panen.
    Banyak sinar matahari dan hujan. Penduduknya Ku ciptakan ramah tamah,suka
    menolong dan berkebudayaan yang beraneka warna. Mereka pekerja keras,siap
    hidup sederhana dan bersahaja serta mencintai seni.”

    Dengan terheran-heran, malaikat pun protes, “Lho, katanya tadi setiap negara
    akan diciptakan dengan keseimbangan. Kok Indonesia baik-baik semua.
    Lalu dimana letak keseimbangannya?”

    Tuhan pun menjawab dalam bahasa Inggris, “Wait, until you see the idiots I
    put in the government.”

    huhehehehe…

    Comment by herlin adnan asy syaraya — 24 May 2006 @ 4:24 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>