Yang Gemuk Ayahnya Dong?
–baiturrahmah– Menjadi seorang istri sekaligus seorang ibu memang serba salah ya? Disatu sisi dia harus taat dan berbakti kepada suaminya disisi lain ia memiliki tugas yang berat mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Gimana ga serba salah, hari Rabu lalu [24/5], istri dan kedua anak saya ikut berwisata yang diadakan oleh TKIT tempat anak saya bersekolah ke seaworld. Otomatis seluruh orang tua murid dan gurunya bertemu dalam acara tersebut. Bersama-sama mereka mengenalkan kepada anak-anak dunia air sekaligus berwisata di pantai. Disela-sela berbagai acara tersebut, terdapat perbincangan antara dua orang ibu wali murid mengenai asupan gizi untuk anaknya yang masih balita. Ibu pertama menanyakan keadaan anak dari ibu kedua yang masih beberapa bulan. Dari pertanyaan tersebut diperoleh jawaban bahwa anaknya yang baru beberapa bulan itu hanya minum susu formula dari pabrik dan tidak diberi ASI. Haah? Sambil terheran-heran ibu kedua kembali bertanya, kenapa? Kemudain diperoleh jawaban bahwa kalau dia memberikan ASI kepada anaknya maka –maaf- payudaranya akan turun, lember, bentuknya tidak memikat lagi. Nanti suaminya marah. Gubrag!!! Humm, denger ceritanya aja saya langsung nyengir. Dan harus diakui memang masih sangat banyak orang tua yang seperti ini. Padahal kalo dari nasihat dokter, ASI itu makanan paling bagus dari makanan lain untuk bayi pada masa enam bulan pertama. Dan harus diketahui juga yang terbaik yang diberikan orang tua kepada anaknya merupakan hak anak. Kalau kebanyakan orang tua seperti ini memang sewajarnyalah banyak anak yang durhaka kepada orang tuannya, sulit untuk berbakti, sulit mendengar nasihat dari orang tua, karena memang sejak bayi yang masuk kedalam tubuhnya berasal dari kaleng, bukan darah dari ibunya yang merupakan saripati makanan yang diberikan dari hasil keringat ayahnya. Apa memang para ayah benar-benar tidak mau kalah dengan bayinya dalam hal makanan dan syahwat? Sebegitu besarkan pentingnya syahwat sehingga untuk bayinya bukan makanan yang terbaik? InsyaAllah dalam Surah Al-Baqarah ayat 233 cukup menjawab permasalahan ini.
“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”Kembali ke perbincangan kedua ibu yang tadi, ibu kedua kemudian memberikan respon dengan jawaban, “Berarti yang gemuk ayahnya dong?”
1 Comment »
The URI to TrackBack this entry is: http://baiturrahmah.blogsome.com/2006/05/29/yang-gemuk-ayahnya-dong/trackback/
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>











Assalamua’alaikum Warohmatullahi wabarokaatuh,
Nyengir saya membaca artikelnya Pak Fatchur, hehe, masih ada aja yach, suami yang gak mau kalah saing sama anaknya
..
Mudah mudahan gak kebanyakan seperti itu suami/bapak2 nya yach…, karena sangatlah baik ASI untuk kesehatan sang bayi, tidak benar jika katanya gara2 si bayi menyusu, –maap : Payudara bisa kendor, karena sebelum sang bayi menyusu pun, telah terjadi pembengkakkan semasa Ibu Hamil pada jaringan di dalam susu tersebut, jadi gak bener tuh, kalo alasannya seperti itu sang bayi harus di salahkan, Kalau wanita/si ibu bisa merawat diri, yang seperti itu gak akan jadi masalah
Duhh maap yach jadi OOT
Wassalamua’laikum Warohmatullahi Wabarokaatuh
Comment by herlin adnan asy syaraya — 31 May 2006 @ 3:35 am