Pendidikan : Menuju “Kesetaraan Jender”
Tulisan ini dibuat sebagai bahan pendukung aja untuk Mukadimah : Lingkaran Sebuah "Kesetaraan Jender" yang tujuannya cuma untuk membuktikan kalau sekarang dah hampir ga ada lagi perbedaan antara laki-laki dan perempuan di Indonesia khususnya.
Kalau dilihat dari statistik pendidikan, perbandingan laki-laki dan perempuan dalam memperoleh pendidikan dasar, menengah dan tinggi tidak terlalu jauh berbeda. Ini bisa dilihat dari Rasio Angka Partisipasi Murni (APM) antara laki-laki dan perempuan.
Akses pada jenjang pendidikan dasar. Secara keseluruhan, Indonesia telah mencapai kemajuan yang berarti dalam mencapai kesetaraan gender di bidang pendidikan (Lihat Tabel). Untuk jenjang SD/MI rasio Angka Partisipasi Murni (APM) perempuan terhadap laki-laki selalu di sekitar angka 100. Namun demikian rasio APM perempuan terhadap laki-laki untuk jenjang SMP/MTs sejak tahun 1994 selalu lebih dari 100 persen, dan pada tahun 2004 sebesar 103,4.
Dengan menggunakan rasio Angka Partisipasi Kasar (APK) perempuan terhadap laki-laki tampak bahwa partisipasi perempuan pada jenjang SMP/MTs lebih tinggi dibanding laki-laki dengan rasio sebesar 103,1 pada tahun 2003. Hal tersebut menunjukkan partisipasi penduduk perempuan lebih tinggi dibanding penduduk laki-laki. Analisis lebih lanjut menemukan bahwa partisipasi penduduk perempuan pada kelompok miskin cenderung lebih tinggi dibanding penduduk laki-laki.
Akses pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Rasio APM perempuan terhadap laki-laki pada jenjang pendidikan menengah menunjukkan fluktuasi yang cukup besar dari 95,2 pada tahun 1994 menjadi 103,7 pada tahun 2000 dan menjadi 98,7 pada tahun 2004. Peningkatan yang tajam pada tahun 1998-2000 diduga karena pengaruh menurunnya taraf ekonomi masyarakat yang menyebabkan banyaknya anak laki-laki yang putus sekolah karena harus bekerja. Di tingkat perguruan tinggi, rasio angka partisipasi perempuan terhadap laki-laki meningkat dari 85,1 persen pada tahun 1992 menjadi 94,3 persen pada tahun 2003,
dan sedikit menurun menjadi 93,2 persen pada tahun 2004. Meskipun rasio APM tersebut cukup tinggi, jika dilihat nilai absolutnya tampak bahwa partisipasi pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi masih sangat rendah baik untuk laki-laki maupun perempuan. Pada tahun 2004 APM jenjang pendidikan menengah mencapai 43,0 persen dan APM jenjang pendidikan tinggi sebesar 8,6 persen. Sementara itu, APK jenjang pendidikan menengah mencapai 54,4 persen dan APK jenjang pendidikan tinggi mencapai 10,8 persen.
Faktor yang menghambat diantaranya adalah aksesibilitas yang masih terbatas, seperti jumlah sekolah dan perguruan tinggi yang terbatas dan jarak tempuh yang jauh sehingga membatasi anak untuk bersekolah. Perkawinan dini juga diduga menjadi sebab perempuan tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
Sumber : www.undp.or.id
Comments
The URI to TrackBack this entry is: http://baiturrahmah.blogsome.com/2006/07/11/pendidikan-menuju-kesetaraan-jender/trackback/
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Sorry, the comment form is closed at this time.










