up home page --> Add to Technorati favourites bottom

Lebaran Bermakna : Setitik Ilmu Dalam Sehari

Ada yang berkesan di mudik ke Sukabumi kali ini. Sudah merupakan kebiasaan Mas Itok ga bisa bengong. Kalo bengong dikit aja langsung pusing. Ga tau dah kenapa, mikir utang kali yah.

Well, akhirnya liat-liat lemari bukunya Buya. Ada banyak buku impor berbahasa Arab. Ada buku akhlaq, fiqih, aqidah deesbe, kebanyakan karangan ulama-ulama salaf (kalo kata buya ulama salaf itu ulama jaman dulu yang tsiqah).

Berhenti pencarian buku di judul "Mukhtashar Kitab Al Umm Fi Al Fiqh" yang merupakan ringkasan dari kitab "Al Umm" karya Imam Syafii yang diringkas oleh Husain Abdul Hamid Abu Nashir Nail, Libanon.

Tertarik untuk baca, walaupun belom ijin sama yang punya, buya. Nanti lah kalo buyanya dah liat baru bilang.

Eh… Ga sampe satu menit buya lewat. Langsung aja bilang, "Buya saya baca sebentar Mukhatasar Al Umm-nya ya".

Eh Buya langsung jawab, "Orang yang rugi adalah orang yang dalam sehari tidak masuk ke dalam hati dan pikirannya ilmu walau hanya setitik, sedangkan syaithon di beri umur yang panjang dan memperoleh banyak ilmu setiap harinya. Bagaimana mungkin kita bisa melawan tipu daya syaithon dengan banyaknya ilmu yang mereka miliki sedangkan kita dalan keadaan bodoh karena miskin ilmu. Kita akan selalu kalah dan selalu tarjebak dalam tipu daya mereka".

Denger jawaban buya, langsung malah jadi bengong deh … Bener kata buya.

 



Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://baiturrahmah.blogsome.com/2006/10/27/lebaran-bermakna-setitik-ilmu-dalam-sehari/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>