Metode Qiroati
Biar dah tua gini, saya baru lho belajar baca Qur’an secara serius. Jujur, waktu pertama sih saya menganggap enteng belajar baca Qur’an. Ga taunya…. saya paling bontot lulusnya.
Kalau kata Ustadz Suhandi, metode belajar baca Qur’an Qiroati memang mengajarkan berbagai hal yang susah dulu, di buku 1 sampai 4, selanjutnya InsyaAllah mudah [Padahal kalau kata saya sih, semuanya susah].
Gimana ga susah, untuk orang setua saya itu cara membaca Qur’annya dah terbentuk. Ketika diberitahu kesalahannya disini trus disini, otomatis akan berubah cara bacanya. Detiiiiil sekali. Makhaj, panjang pendek, Grrrhhhh… masih salah…
Kalo kisahnya Mas Ipung, dia susah banget bedain antara bacaan a-nya hamzah dengan ‘a-nya ‘ain. Ya macem-macem deh…
Humm, pembeda metode ini dengan metode lain seperti Iqra’ atau abatatsa, terlihat disaat belajar makhraj sama mad. Di Qiroati kalo makhraj belum sempurna bagusnya bisa ga lulus buku 1. Atau kalo belum konsisten panjang pendeknya wah berat deh lulus buku 2-nya dan seterusnya.
Metode Qiroati kayaknya memang sangat menjaga sekali kualitas dari lulusannya. Sampai-sampai untuk distribusi pembelian buku saja sangat ketat. Nah bagi orang yang sudah lulus buku ke 2 kalo mau beli buku tiga aja harus dapet sertifikat dulu, plus pake nilainya. Tuh gambarnya "Tanda Lulus Qiroati".
Tapi kalo denger bacaan angkatan kakak kelas sih… saya ‘asli’ ngiri. Bagus. Andai saya bisa.
13 Comments »
The URI to TrackBack this entry is: http://baiturrahmah.blogsome.com/2007/01/09/metode-qiroati/trackback/
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>











Wah…jd tertarik dan pengen tau “Metode Qiroati” lebih dalem deeh, dan bagaimana klo mau ikutan program ini?
Comment by Irmalinda — 16 January 2007 @ 7:45 am
alhamdulillah, saya sudah punya mulai jilid1-6 di tambah ghorib dan juzz 27. sekarang saya belajar metode tilawati
Comment by rini — 19 January 2007 @ 1:59 pm
untuk qiroati seleksi pengajar ketat harus memilik ijazah yg dikeluarkan dari pusar, semarang.
tilawati untuk mendptkan bukunya tidak sesulit buku qiroati karena buku qiroati tdk dijual bebas. masalah metode pengajaran hampir sama. bahkan sekarang konsesium pendidikan islam, kpi juga mengeluarkan panduan belajar membaca al qur’an yang bernama umi
Comment by rini — 26 January 2007 @ 2:33 pm
Saat ini sy mempunyai anak umur 5 th, sekolah di sebuah TK Islam. Saat sore belajar di TPQ di dekat rumah. Tapi saat berangkat ke TPQ sepertinya malas, bahkan cenderung menyalahkan cara pembelajaran di TPQ yg tdk sama dgn sekolah. Kl di sekolah sudah selesai Jilid 1, tp kl di TPQ selalu disuruh mengulang oleh ustadzahnya. Lha ini mgkn berkaitan dg metoda iqra dan qiroati ?. Mgkn ada yg bs memberi tahu saya ttg perbedaan mendasar dan detail metoda2 tsb. Tks.
Comment by sofwan — 17 February 2007 @ 10:04 am
minta tolong kirimkan all about TPQ plissss.buat skripsi ne…syukron yaaaa.deadlinenya juni loooo.plisss
Comment by faiq — 25 April 2007 @ 3:21 am
lam kenal, ane mo tau info ttg qiroati d jkt, tolong di bantu yaa
Comment by hadeeja — 8 May 2007 @ 5:50 am
Saya pernah belajar dengan METODE ANTI LUPA di Surabaya. Hanya hari Sabtu dan Minggu saja sudah bisa. Sebelumnya saya nggak bisa sama sekali. Ini telpnya kalau ada yang butuh 031-72031200
Comment by romi — 18 July 2007 @ 6:51 am
salam kenal, aku anak semarang. menanggapi bp sofwan bahwa metode qiroati memang benar-benar menekankan makhorijul hurufnya. kalo anak belum betul-betul fasih bacaannya maka belum bisa naik jilid. jadi lebih sulit ketimbang di sekolah. hal ini tidak hanya terjadi pada anak bapak. kecuali kalo sekolah menerapkan metode qiroati yang gurunya sudah ditashih. maka hasilnya akan sama dengan di TPQ.
Comment by Nasihin — 21 July 2007 @ 6:09 am
Aww. Saat ini saya sementara membatu warga di masyarakat di sebuah kecamatan di Kota Makassar agar warga yang berumur +25 thn Bebas dari Buta Aksara al-Qur’an. Tapi saya masih mencari metode yang tepat untuk hal ini. Semoga ada saudara/i yang bisa membantu mengirimkan metodenya & tentunya gratis! ke e-mail: ummicol@yahoo.com
Trims semoga jadi kebaikan yg diredhai oleh-Nya.
Comment by Shiddiq — 3 May 2008 @ 1:32 am
asalamu alaikum wr.wb
nama saya YUARTANTO DWISETYADI
MENGENALKAN METHODE IQRA BARU
dalam hal ini saya coba untuk menganalisa methode iqra yang dari ust as’ad umam yang tentunya terdapat beberapa kekurangan, sehingga saya berupaya menyusun sebuah methode yang terinsfirasi dari kitab qowa’id al-makiyah syaikh sholih dengan contoh kata diambil 99,9% dari al-quran dan lebih sistematis dan barakah dan mudah bagi anak-anak kita di indonesia, saya kasih nama methode “AL-MIFTACH” dengan 5 jilid saja insya allah sudah bisa membaca al-quran..
sudah di ujicoba dan alhamdulillah lebih cepat dan mudah. dan bila ada yang tertarik untuk dikembangkan atau bahkan dicetak bisa hubungi saya lewat email “ yuartanto_mediu@yahoo.com atau 081904108095, saya sekarang kuliah di univ ahmad dahlan jogja karta selesai materi. jurusan bhs dan sastra arab dan dan univ intrnational al-madinah malaysia jur. ulumul quran ..syukran
saya mengharapkan adanya lembaga atau instansi atau siapa saja yang mau menerbitkan atau mencetak ,sebagi tanggung jawab kita dalam membimbing gerneras ini.
wasalamualaikum wr.wb
Comment by yuartanto dwisetyadi — 17 July 2008 @ 8:59 am
Kalau di Jakarta (khususnya JAkarta Selatan dan Jkt Timur), dimana saya bisa menemukan TPQ yang metodenya Qiroati? Tolong dibantu ya. Makasih.
Comment by murti — 18 September 2008 @ 5:25 am
askum,
saya sangat senang sekali dengan metode pembelajaran qiroati yang menuntut kedisiplinan santri dan asatidz sehingga dapat menumbuhkan motivasi dan semangat belajar tinggi
Comment by haki — 24 February 2009 @ 6:39 am
Assalamu’alaikum
Salam Kenal Ustad
saya juga baru sekitar 6 bulan belajar baca Al Qur’an metode qiro’ati dan alhamdulillah sudah alqur’an 1, memang belajar saat sudah dewasa lebih sulit karna kita bukan membentuk tapi merubah mungkin itu masalahnya karna merubah kebiasaan itu sulit.
Alhamdullillah di Probolinggo ini ada lembaga program dewasa metode qiro’ati Khusus orang dewasa jadi banyak bapak/ibu yang masih belajar baca Al Qur’am lagi tidak hanya itu bahkan banyak ust/ustd dari metode lain yang masih menimba Ilmu baca Al Qur’an netode Qiro’ati
Comment by zainullah — 8 October 2009 @ 1:32 am