Fotokopi…

Mas Ipung yakin, pasti dia dikatain pelit sama temen-temennya gara-gara ga mau ngasih pinjem buku psikologi pendidikan. Padahal bukan karena dia pelit ga mau ngasih pinjem. Asli, di paling seneng kalo ada orang yang bisa dia tolong.
Temen-temennya itu mo minjem bukunya untuk di fotokopi. Dengan pertimbangan kalo di fotokopi khan harganya lebih murah. Lha, kalo beli yang aslinya, harganya bisa 3 kali lipet harga fotokopi.
Masalahnya, Mas Ipung itu punya prinsip, dia paling ga suka kalo mem-fotokopi buku hasil karya orang tanpa persetujuan pembuatnya atau penerbitnya. Sama aja sama nyolong. Lha, kalo dah nyolong, ya dosa.
Dia juga tahu, yang fotokopi itu temen-temennya, jadi yang dosa ya mereka, tapi buku yang di fotokopi khan bukunya, berarti dia ikut memfasilitasi orang nyolong dong? Ini yang bikin dia ga mau. Kebagian dosa. Sapa yang mau!
Ini juga yang mungkin membedakan Mas Ipung dengan temen-temennya. Naif banget. Tapi memang begitu. Sedikit menghargai hasil karya orang lain. Mencari keikhlasan dari orang yang berkarya. Ini yang sering temen-temennya Mas Ipung lupa. Iya… mereka lupa… karena sudah biasa…
Tambahan bacaan :
Bolehkah Copy dan Install Software Komputer Tanpa Beli Program Asli?
Comments »
The URI to TrackBack this entry is: http://baiturrahmah.blogsome.com/2007/01/22/fotokopi/trackback/
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>










