Korupsi, monopoli PNS?
Hummm.. maksud hati mau ikut menyaksikan proses serah terima Qur’an Braille ke Panti Tuna Netra Wiyataguna dari member milis myQuran yang dilaksanakan oleh panitia Hibah Buku III (HB3) myQuran, apalah daya jika Allah tidak mengijinkan untuk hadir maka jadilah saya ga nyampe ke tempat acara hibah buku di Jl. Pajajaran, Bandung.
Pasalnya berdasarkan pengalaman –setelah tol padalarang buka– kalo dari Bogor ke Bandung itu bisa 2-3 jam, ternyata 5 jam baru sampe. Kebayang ya bete’ nya. Dan proses HB3 itu dimulai jam 8-9 pagi, eh saya sampe bandung jam 11. Ya… ketinggalan. Sebbel!
Bytheway, walaupun seperti tentara yang tour without duty, ada juga kisah yang bisa diceritain.
Dalam perjalanan menuju Bandung, untuk mengisi waktu luang saya baca buku "… marilah duduk bersama kami…", judul itu diambil dari salah satu hadits yang mengisahkan para sahabat jika sedang futur mereka saling nasihat menasihati dan mengajak duduk bersama dalam satu majelis. Nah lagi asyik baca, beberapa saat sebelum sampai terminal Cianjur, kondektur bis berbicara kepada saya dengan bahasa sunda, asli saya bengong ga ngerti, tapi diujung pembicaraan dia sepertinya bilang, "pokoknya kalo ada yang nanya bilang iya… ya pak…". Spontan saya ngangguk. Setelah itu dia langsung pergi.
Berapa saat kemudian bis berhenti sekitar 15-30 menitan ditempat istirahat, saya manfaatkan untuk sarapan dan tanya-tanya kira-kira kalo ke Jl. Pajajaran dari terminal naik apa. Ga beberapa lama, kondektur dateng lagi, tapi ga ngomong apa-apa, cuma dia langsung memaksa uang 10 ribuan ke tangan, trus langsung pergi. Duh saya bingung, ini untuk apa? Kayaknya kalo nanya uang ini uang apa saat itu ga mungkin, ga etis, banyak yang lihat. Sampai akhirnya saya benar-benar lupa untuk nanya.
Sesampainya di bandung, saya langsung naik Damri 05 ke stasiun Bandung, liat jadwal kereta terdekat cuma argogede jam 12 harganya 75ribu –kemahalan kayaknya untuk kantong saya– trus ada yang bisnis 45ribu tapi jam stengah dua. Pikir-pikir mendingan naik bis aja, akhirnya saya balik ke terminal LeuwiPanjang.
Seperti sudah di setting, saya kembali naik bis yang tapi pagi saya tumpangi dari bogor ke bandung. Supir dan kondektur yang sama. Ga ada yang aneh sampai akhirnya beberapa saat sebelum masuk ke tempat istirahat seperti yang tadi pagi. Kondekturnya kali ini menggunakan bahasa Indonesia dan bilang, "nanti kalo ada yang nanya lagi bilang iya ya Pak", saya kembali mengangguk. Namun kali ini saya menyelidiki, ada apa.
Setelah masuk ke tempat istirahat awak bis, kondekturnya berbica kepada beberapa orang di luar, kemudian ia dan seorang –kayaknya sih pengawas armada deh– dan kondekturnya bilang dalam bahasa sunda, "yang ini naik di cianjur –kira-kira gitu lah–", setelah itu mereka pergi.
Setelah beres makan somay saya kembali ke bis. Tidak lama kemudian bis kembali berangkat. Belum lama bis berangkat, kondekturnya kembali datang ke saya dan menyelipkan uang 7ribu ke tangan saya, dan mengatakan, "terima kasih banyak". Saya yang tadi curiga, langsung bilang, "Pak, saya ga ada yang nanya, jadi saya ga bilang ‘iya’, jadi uang ini saya kembalikan. Cara yang bapak lakukan ga baik, ga halal mengakali hak perusahaan".
Si kondektur langsung bengong, trus ngacir.
Poinnya adalah, di beberapa topik lalu berkaitan dengan suap dan korupsi, yaitu di judul Suap lagi… dan Kita, Suap, Aparat cukup banyak yang mengatakan bahwa suap dan korupsi itu identik dilakukan oleh PNS, sampai-sampai ada yang ga mau punya keluarga yang bekerja sebagai PNS.
Kalo dari pengalaman di atas, ternyata bukan hanya kalangan PNS saja yang bisa korupsi, ternyata kondektur pun, yang berada di level paling bawah suatu perusahaan bisa saja korupsi. Tapi bukan berarti semua kondektur korupsi.
Sehingga bisa disimpulkan korupsi itu bisa ada dimana saja dan dilevel mana saja dalam masyarakat. Jadi salah dan tidak tepat sasaran jika orang membenci PNS-nya atau kondekturnya.
Hidup PNS! Khi.. khi.. 
Artikel Terkait :
- Implikasi suap
- Implikasi Budaya Suap Terhadap Aqidah Seorang Muslim
- Hukum Memberi Uang Untuk Memperoleh Pekerjaan dan Sejenisnya
- Hukum Memberikan Hadiah Kepada Atasan dalam Bekerja
Comments »
The URI to TrackBack this entry is: http://baiturrahmah.blogsome.com/2007/03/07/korupsi-monopoli-pns/trackback/
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>









