Komentar yang lebih mematikan.
Kalau jalan bareng Ummi, si Abi sering banget komentar tentang orang-orang disekitar mereka. Siapa saja, yang kelihatan aneh, dan mengusik perhatian. Dari mulai anak kecil yang membawa bayi dan ngamen di kereta. Seorang laki-laki pengemis yang meminta sedekah dengan mengatakan, "Adik saya anak yatim pak, kasian dua hari belum makan", sedangkan ia dalam keadaan segar bugar dan paling-paling berumur 20 tahunan. Sampai pada ibu-ibu yang berdandan ala super star atau super model atau super women dengan perhiasan dimana-mana bertelekan permata tapi tetep aja naiknya kereta ekonomi.
Pokoknya ada aja lah komentar si Abi. Sampai pada komentar tentang mbak-mbak cantik yang berpakainan mini. Kayaknya si Ummi dah tau kalo si Abi bakalan komentar tentang mbak itu. Sehingga ketika si Abi bilang, "Aku ga abis pikir, masih ada juga perempuan yang murah hati mempertontonkan ’sesuatu yang tersembunyi’ miliknya kepada khalayak ramai".
Kontan, si Ummi langsung bilang, "Aku ga abis pikir, koq laki-laki yang berada pada satu jalur keturunan dengan mbak itu ga amanah menjalankan tugasnya sebagai laki-laki yang memimpin perempuan. Apa mereka ga takut ditanya tentang apa-apa yang dipimpinNya?"
Si Abi yang denger ummi bilang gitu, langsung terdiam. Cukup lama. Sampai pada si Ummi bilang, "Kebanyakan laki-laki memang menyalahkan mereka yang perempuan, tapi apakah ayah si perempuan sudah menasehati anak perempuannya? Apakah saudara laki-lakinya sudah menasihati saudara perempuannya? Apakah anak laki-laki dari perempuan itu sudah menasihati ibunya? Apakah mereka ga tau kalau bakal ditanya tentang amanahnya kepada perempuan itu?
Si Abi ngangguk. Ngerti. Tapi Ummi tetep bilang, "Jadi jangan cuma salahkan perempuannya, lihat dulu keluarganya, sudah adakah dari mereka menasihati?, sudah adakah dari lingkungannya menasihati? Abi dah menasihati?"
Si Abi malu, kupingnya panas dan pipinya merah. Senyum tapi garing…
Tambahan bacaan :
- Hak Isteri Yang Harus Dipenuhi Suami : Mengajarkan Ilmu Agama, Menasihati Dengan Cara Yang Baik.
- Saudariku, apa yang menghalangimu berhijab I
- Saudariku, apa yang menghalangimu berhijab II
- Saudariku, apa yang menghalangimu berhijab III
- Saudariku, apa yang menghalangimu berhijab IV
- Saudariku, apa yang menghalangimu berhijab V
- Saudariku, apa yang menghalangimu berhijab VI
Comments »
The URI to TrackBack this entry is: http://baiturrahmah.blogsome.com/2007/03/29/komentar-yang-lebih-mematikan/trackback/
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>









