Ushulussunnah Point ke 44
| Download Filenya disini–> |
Imam Ahmad berkata:
Barangsiapa yang mencela seseorang dari para sahabat Rasulullah sholallahu’alaihi wassallam atau membencinya dengan satu kejadian yang terjadi dari sahabat tersebut atau dia menyebutkan kejelekan-kejelekannya, maka ia seorang ahli bid’ah.
Sehingga ia memohonkan/mendoakan rahmat kepada mereka (para sahabat) semua sehingga hati mereka (para pembenci sahabat) selamat dan tidak mencela dan membenci sahabat. Baca selengkapnya…
Nasihat Dr. Sholeh As-Suhaimi Bagi Penuntut Ilmu
| Download file–> |
1. Wajib bagi penuntut untuk memulai dari masalah Tauhid dalam menuntut ilmu dan juga memulai dakwah dari masalah Tauhid. [1]
2. Wajib bagi penuntut ilmu untuk ikhlas dalam menuntut ilmu, mengamalkannya dan berdakwah. [2] Karena memang sesungguhnya untuk Ikhlas dalam menuntut ilmu amatlah sulit, seperti apa yang dikatakan oleh Imam Dzahabi, “Demi Allah saya tidak pernah berkata menuntut ilmu karena Allah.” Sehingga sudah menjadi kebiasaan ulama terdahulu apabila mereka telah beramal maka mereka berdoa agar amalnya diterima walaupun mereka telah Ikhlas. Baca selengkapnya…
Ushulussunnah Point Ke-26
“Sebaik-baik umat sesudah Nabinya yaitu Abu Bakar Siddiq, kemudian Umar bin Khattab,[1] kemudian Utsman bin Affan[2] radhiallahu’anhum ajma’in. Kami mendahulukan tiga orang ini sebagaimana para sahabat Rasulullah Shollallahu’alaihi Wa Sallam mendahulukan mereka[3]. Tidak ada seorangpun diantara mereka (para sahabat) yang berselisih dalam masalah itu[4].
Kemudian sesudah tiga orang ini adalah Ashabusy Syura’ dari para sahabat yang diminta untuk musyawarah. Lima orang sahabat yang diminta untuk musyawarah yaitu, Ali bin Abi Thalib, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqas, semuanya pantas untuk menjadi khalifah dan semuanya adalah imam. Baca selengkapnya…










