Malu ~ Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah [4/4]
Perkara-Perkara yang Dapat Meningkatkan Rasa Malu
Muraqabatullaah (merasa terus diawasi Allah),
Kapan saja seorang hamba itu merasa Allah sedang melihat kepadanya dan berada dekat dengannya, ia akan mendapatkan ilmu ini (muraqabatullaah) karena rasa malunya kepada Allah.
Mensyukuri nikmat Allah,
Sifat malu akan muncul dengan memikirkan nikmat Allah yang tidak terbatas, pada hakikatnya orang yang berakal akan merasa malu untuk menggunakan nikmat Allah untuk berbuat maksiat kepadanya. Baca selengkapnya…
Malu ~ Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah [3/4]
Jenis-Jenis Malu
Terdapat banyak jenis-jenis malu, diantaranya :
Malu kepada Allah,
Ketahuilah sesungguhnya celaan Allah itu diatas seluruh celaan. Dan pujian Allah subhanahu wata’ala itu diatas segala pujian. Orang yang tercela adalah orang yang dicela oleh Allah. Orang-orang yang terpuji adalah orang-orang yang dipuji oleh Allah. Maka haruslah lebih malu kepada Allah dari pada yang lain.
Malu kepada Allah adalah jalan untuk menegakkan segala bentuk Ketaatan dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Karena jika seorang hamba takut di cela Allah, tentunya ia tidak akan menolak ketaatan dan tidak pula mendekati kemaksiatan. Oleh karena itulah malu merupakan sebagian dari iman. Baca selengkapnya…
Malu ~ Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah [2/4]
Malu adalah Ciri Khas Keutamaan Manusia
Ketahuilah, Allah memberikan sifat malu agar manusia menahan diri dari keinginan-keinginannya sehingga tidak berprilaku seperti binatang. Ingatlah ketika Adam dan Hawa memakan buah yang terlarang lalu nampaklah aurat keduanya.
“Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. tatkala keduanya Telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku Telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" (Qs. Al-A’raaf : 22) Baca selengkapnya…
Malu ~ Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah [1/4]
Pengertian [donlot ringkasan buku "Malu Menurut al-Quran dan as-Sunnah"]
Menurut bahasa berarti perubahan, kehancuran perasaan atau duka cita yang terjadi pada jiwa manusia karena takut di cela. Adapun asal kata al-hayaa u (malu) berasal dari kata al-hayaatu (hidup), juga berasal dari kata al-hayaa (air hujan).
Sedangkan menurut istilah adalah akhlaq yang sesuai dengan sunnah yang membangkitkan fikiran untuk meninggalkan perkara yang buruk sehingga akan menjauhkan manusia dari kemaksiatan dan menghilangkan kemalasan untuk menjalankan hak Allah. Baca selengkapnya…
10 Pembatal Keislaman
Sesungguhnya keislaman seseorang itu tidak ada yang dapat menjaminnya tetap melekat dan langgeng pada diri seorang muslin, kecuali atas rahmat Allah yang disertai dengan usaha seorang muslim dalam menghindari perkataan dan perbuatan yang dapat membatalkan keislamannya.
Hal itu tidaklah mungkin dapat dijalankan kecuali dengan adanya ilmu sehingga dapat mengetahui hal-hal yang dapat membatalkan keislamannya. Buku ini merupakan terjemah dari salah satu bab dari kitab al-Qoul al-Mufiid fii Adillatit Tauhiid, karya Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab bin Ali al-Yamani al-Washabi al Abdali hafidzahullah yaitu bab Nawaaqidhul Islaam ‘Asyrah.
Baca selengkapnya…









