Malu ~ Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah [2/4]
Malu adalah Ciri Khas Keutamaan Manusia
Ketahuilah, Allah memberikan sifat malu agar manusia menahan diri dari keinginan-keinginannya sehingga tidak berprilaku seperti binatang. Ingatlah ketika Adam dan Hawa memakan buah yang terlarang lalu nampaklah aurat keduanya.
“Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. tatkala keduanya Telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku Telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" (Qs. Al-A’raaf : 22) Baca selengkapnya…
Malu ~ Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah [1/4]
Pengertian [donlot ringkasan buku "Malu Menurut al-Quran dan as-Sunnah"]
Menurut bahasa berarti perubahan, kehancuran perasaan atau duka cita yang terjadi pada jiwa manusia karena takut di cela. Adapun asal kata al-hayaa u (malu) berasal dari kata al-hayaatu (hidup), juga berasal dari kata al-hayaa (air hujan).
Sedangkan menurut istilah adalah akhlaq yang sesuai dengan sunnah yang membangkitkan fikiran untuk meninggalkan perkara yang buruk sehingga akan menjauhkan manusia dari kemaksiatan dan menghilangkan kemalasan untuk menjalankan hak Allah. Baca selengkapnya…
Makalah Daurah Muslimah X : Melindungi Diri, Anak Dan Rumah Dari Tipu Daya Syaithan
Muqoddimah [donload filenya disini]
Sesungguhnya segala puji bagi Allah kami memuji-Nya, meminta pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami dan kejelekan amalan-amalan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak akan ada yang menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan oleh Allah maka tidak akan ada yang memberi petunjuk kepadanya. Baca selengkapnya…
Makalah Daurah Muslimah X : Hukum Haid dan Nifas
Haidh adalah darah yang dikenal para wanita. Tidak ada batasan tentang waktu maksimal dan minimanya dalam syari’at. Itu semua berpulang pada kebiasaan masing-masing.
Sedangkan nifas adalah darah yang keluar karena melahirkan. Batasan maksimal adalah empat puluh hari. Dari Ummu Salamah radhiallahu’anha ia berkata:
"Dulu para wanita yang nifas pada masa Rasulullah shollallahu’alaihiwassallam menahan diri selama empat puluh hari.”[1] Baca selengkapnya…
Makalah Daurah Muslimah X : Adab Terhadap Teman
Imam Ibnu Qudamah Rahimahullah menyebutkan dalam bukunya Sifat-sifat Yang Disyariatkan Tentang Orang Yang Dipilih Menjadi Teman bahwa Nabi Shallalahu Alaihi wa Sallam bersabda.
"Seseorang itu berada pada agama teman karibnya. Maka hendaklah setiap orang di antara kalian melihat siapa yang menjadi temannya. "
(Diriwayatkan Abu Daud. At- Tirmidzy, dan Ahmad dengan sanad hasan) Baca selengkapnya…










